Disangka : anggota DPRD membunuh rekan satu partai

15 10 2008

Berita anggota DPRD membunuh, bukanlah berita biasa. Masyarakat umum / awam mestinya akan kaget mengetahui hal ini. Ada semacam rasa tidak rela mengetahui seorang wakil rakyat berbuat demikian kejinya. hari Rabu 15 Oktober 2008 di tvone, kabar pagi, saya melihat ada berita anggota DPRD (dari daerah Indonesia Timiur, kalo nggak salah) yang dijemput oleh polisi saat acara halal bi halal. Diduga anggota DPRD ini membunuh rekan satu partai (Partai Golkar).

Saya sedikit tersentak. Rasanya sudah sangat biasa mendengar kelakuan para wakil rakyat berbuat di luar kepatutan, mulai dari narkoba, free sex, selingkuh, korupsi, dan lain-lain. Tapi membunuh ? Ini benar2 beyond imagination. Lantas apa yang bisa diharapkan dari wakil rakyat yang demikian adanya. Mungkin memang tidak banyak. Namun membayangkan seseorang mampu membunuh atau mendalangi pembunuhan,  akan menuntun pikiran kita yang menduga bahwa seseorang tidak akan sampai membunuh kecuali hal-hal yang sangat prinsip.

Membunuh rekan sejawat atau sepaham atau separtai, mestinya tidak terjadi karena walau bagaimanapun ideologi partai idealnya tidak berorientasi pribadi. Saya hampir yakin tentang hal ini. Bagaimana seorang warga partai tega membunuh rekan satu partai untuk alasan nomor urut misalnya. Pertanyaannya : bagaimana bisa rakyat berharap pada orang seperti ini ?

Saat saya searching dengan google dengan kata kunci “anggota DPRD membunuh”, dan saya tertarik pada salah satu link dari liputan6.com. Saat saya klik, ternyata sudah berita lama tahun 2005 (http://www.liputan6.com/buser/?id=94650). Yang mengejutkan, ternyata kasus ini ternyata juga berasal dari partai yang sama, yaitu Partai Golkar. Jelas hal kecil tidak bisa digeneralisasikan ke tingkat partai. Namun menarik untuk disimak adalah apa motifnya hingga ada orang partai yang setega itu pada rekan separtainya.

Secara pribadi, saya semakin sedih, bagaimana Indonesia ini akan bertahan. Hal-hal yang sifatnya buruk seakan menumpuk di halaman depan rumah kita.  Seakan sangat sulit mencari kebaikan di tingkat atas negara ini.

Semoga Allah SWT menolong kita semua, Amin.


Aksi

Information

One response

15 10 2008
syukriy

Menyedihkan, ya pak? Demi kehidupan duniawi yang sangat singkat ini, sebagian dari kita menyiapkan jalan menuju kehidupan sengsara yang abadi kelak.😦
Memang kita sering lupa bahwa kita bisa mati kapan saja, sehingga pertanyaan terpenting yang selalu bisa kita jawab dengan yakin adalah: apakah amal ibadah kita sudah cukup menjadi bekal?
Politik memang kejam. Namun, itu karena politik adalah ciptaan manusia! Ciptaan Allah tidak ada yang menjerumuskan manusia…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: