Pak Gatot itu luar biasa ;)

13 01 2009

Senin, 12 Januari 2009, saya mendapatkan keberuntungan dengan diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk dapat hadir di acara workshop pemanfaatan Vicon untuk dunia pendidikan. Saya berterima kasih kepada Pak Wahyu Purnomo dari VEDC Malang yang berkenan memandu dan menemani saya. “Makasih sekali Pak Wahyu … bantuan panjenengan sangat berarti. Thanks again.”

Di acara tersebut untuk pertama kalinya saya melihat dgn mata kepala sendiri bagaimana performance Pak Gatot HP. Acara tersebut sebenarnya diselenggarakan untuk menunjukkan demo vicon, namun karena sesuatu dan lain hal, demo vicon kurang berjalan lancar karena (mungkin) masalah bandwith. Sedianya di acara tersebut akan diadakan conference antara kantor SEAMOLEC di Jakarta, SMK N 9 Malang, dan SMK N 1 Surabaya. Transfer gambar berlangsung lancar namun komunikasi audionya yang tersendat.

Saya ulangi, di sanalah untuk pertama kali saya melihat Pak Gatot HP. Saat itu panitia sepertinya kewalahan karena animo peserta yang luar biasa. Dengar2 dari jumlah undangan yang 75 orang, melimpah menjadi di atas 200 orang. Wajar saja, kalau panitia agak kewalahan. Wajar pula jikalau kemudian ada beberapa hal yang terlihat kurang optimal. Namun saya cukup terkejut saat Pak Gatot dengan sigap dan cekatan memberikan bantuan kepada Panitia, khususnya untuk menangani peserta yang over load itu. Hingga akhirnya sebagian peserta dipindah ke aula yang lebih luas. Saya sendiri dan Pak Wahyu bertahan di ruang semua, untuk tetap mengikuti presentasi Pak Gatot.

Tibalah saatnya Pak Gatot untuk menyampaikan materinya. Sesungguhnya Pak Gatot dalam memberikan materi sangatlah menarik, setidaknya bagi saya yang melihat dan mendengar sendiri. Namun, mungkin karena sebagian peserta di ruangan tersebut adalah beliau2 dari SMP dan SMA, maka materi vicon mungkin terasa berat. Apalagi jika melihat bahwa pengoperasiannya mungkin dipandang rumit atau sulit. Karena pada saat demo berlangsung, seingatsaya, dua atau tiga kali Pak Gatot mencoba berkomunikasi dengan kantor SEAMOLEC dan SMK N 9 Malang, namun selalu gagal. Jadi nilai manfaat vicon (mungkin) bagi beliau2 yang dari SMP dan SMA menjadi kurang mantab. Meskipun demikian, Pak Gatot tetap dengan penuh semangat melanjutkan materi beliau hingga selesai. Salah satunya yang menarik perhatian saya adalah perihal manfaat jika sekolah tergabung dalam mitra SEAMOLEC. Selain mendapatkan update informasi, sekolah2 mitra juga akan mendapatkan kesempatan mengikuti program2 lain yang memang dilaksanakan oleh SEAMOLEC untuk sekolah. Yang agak mengherankan, setidaknya menurut saya adalah, Pak Gatot, tidak satu dua kali, kadang menambahkan kalimat “yah .. itu kalau mau, kalau ndak juga ndak papa”. Entahlah, kenapa kalimat itu muncul. Kenapa Pak ? Padahal yang disampaikan Pak Gatot adalah masalah kesempatan untuk berkembang dan maju, yang mestinya langsung disambar dengan penuh semangat.

Yang kedua, yang saya pandang hebat, adalah Pak Gatot kelihatannya bukan termasuk orang yang protokoleris, ini terlihat dari cara beliau menyampaikan sesuatu, atau mengajak seseorang untuk tampil di depan, atau bahkan saat memberikan pengarahan kepada panitia. Hmm .. menarik sekali, seorang pejabat dengan level seperti itu, namun sangat terbuka dan welcome.

Acara pemaparan Pak Gatot diakhiri dengan demo produk software yang dibuat oleh anak2 RPL (kelas 2) SMK N 1 Surabaya. Terlihat sekali beliau sangat antusias “memamerkan” mereka ini. Suatu hal jelas, karena mereka inilah produl awal dari pembelajaran jarak jauh via vicon yang diselenggarakan di SEAMOLEC dan diterima di SMK N 1 Surabaya. Siangnya saat saya pulang bersama Pak Wahyu, Pak Wahyu menyampaikan bahwa malamnya (malam hari sebelum hari seminar) Pak Gatot menyempatkan diri melihat anak2 RPL tadi untuk menyelesaikan dan menyempurnakan program Javanya. Pandangan saya sendiri pada program2 yang dibuat oleh siswa2, sangatlah menarik. Saya beri selamat kepada mereka semua. Saya melihat peluang besar di depan mereka, semoga guru2 mereka melihat kesempatan itu. Saya menjadi paham dengan perkataan Bang Frans dari Meruvian (bbrp hari sebelumnya saat saya ketemuan di Meruvian Yogya), yang menyampaikan bahwa ada sebagian programmer yang dibajak oleh perusahaan lain, karena kemampuannya. Saat di Surabaya ini pun saya melihat bahwa di antara anak2 yang mendemokan ada satu atau dua anak yang kemungkinan akan menjadi programmer handal nantinya. Tinggal dipoles, sepertinya dia akan menjadi orang kaya karena kemampuannya bikin program.

Pak Gatot dgn para programmer muda SMK N 1 Surabaya

Pak Gatot dgn para programmer muda SMK N 1 Surabaya

Jelas sekali apa yang ditunjukkan oleh siswa2 tadi merupakan suatu bukti bahwa siswa SMK mampu menghasilkan produk. Hal inilah yang nantinya musti dibidik dengan jeli oleh sekolah. Managemen sekolah mestinya melihat hal ini sebagai peluang masa depan yang luar biasa. Apalagi dengan SEAMOLEC, apalagi Pak Gatot masih menjabat sebagai direkturnya. Manfaatkanlah Pak Gatot sebaik2nya. Maaf Pak .. semoga Pak Gatot tidak terlalu keberatan.


Aksi

Information

9 responses

13 01 2009
Ardhianto Adhi Nugroho

KEREN!! cuman sayang seribu sayang, sekali lagi ada kekurangannya… Saya kok nggak “dijawil” lagi?!?!?! gimana nih pak pur???… saya ketinggalan terus!

tolong pak pur, sekali lagi tolong saya mbok dikasih tau kalo ada “apa-apa” yg menyangkut Java, minimal di-sms ya… sebelumnya trimakasih.

13 01 2009
pakpur

Santai sj Bos, sy sdg siapkan untuk pengkondisian Kendal dsk. Saya tetap butuh bantuannya kelak. Lagian kagak mungkin juga ngajak njenengan jalan2 melulu😉 ntar gimana BKD, kalo adminnya kagak ada😀

21 01 2009
Asrofi

wah……. kalau siswa bisa menghasilkan produk bisa kayanih sekoalhan.. huehhehe… Sekolahbisa membiayai diri… hihihi
Salam kenal dari Sukorejo

21 01 2009
pakpur

salam kenal jg mas asrofi, akhirnya dpt komen jg dr njenengan
ya bgitulah cita2 guru2 smk (yg maju😀 )

27 01 2009
mahenk

menunggu pak gatot ngurusi jardiknas lg😀
atau jadi kepala pustekkom😉

27 01 2009
pakpur

iya Mas🙂 mari sama2 berharap. btw, thanks sudah ngasi koment😀

27 01 2009
Asrofi

jardiknas dan pustekkomitu bagaimana pak?…
ajak2 saya dong, biar ikut pinter… huhahahaa

27 01 2009
pakpur

he he .. mas asrofi bs sj… kbetulan utk yg 2 itu sy kurang paham😉 maaf beribu maaf … petualangan inet panjenengan pasti lebih kaya dibanding saya. Saya banyak baca dari milis dikmenjur, milis klub guru indonesia, dan milis2 setipe. Maklum saya berkecimpung di bidang pendidikan. Selebihnya ya googling .. ah .. Mas Asrofi pasti sudah tau …

12 03 2009
Raavi

kami dari tkj d3pjj surabaya, mo ngadain seminar tingkat kota, rencana mo ngundang pak gatot sebagai keynote speaker. padahal acara ini akan terselenggara pada 25 april 09 nanti, dengan jumlah peserta 300 dari guru2 tik.
sponsor utama rencana indosat, kira2 apa saja yang harus kami persiapkan untuk acara tersebut, cz disini kami baru x pertama undang directur seameo-seamolec.
mohon saran..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: